fbpx
Skip to content
Home » Blog » MASALAH BERAT BERBUAH BERKAT

MASALAH BERAT BERBUAH BERKAT

Suatu sore sepulang saya dari mengajar di Batu kusempatkan bertandang ke tempat tinggal bupuh (nenek) di Malang. Rumah beliau memang menjadi titik pertemuan dari keluarga besar ibu saya. 

Sesampai di ruang makan saya lihat banyak barang berserakan di atas meja makan. Tapi ada satu barang yang sangat menarik perhatian saya dan menggelitik rasa penasaran saya, yakni banyaknya bunga mawar imitasi warna pink  dengan ukuran kecil-kecil. Spontan saya bertanya: “Bunga mawar ini buat apa sih?”

Pertanyaan yang sama saya ulang-ulang sambil mendekati orang-orang yang berada di rumah itu. Hasilnya tetap sama: tidak ada satu pun suara yang merespon pertanyaan saya. 

Akhirnya saya menyadari bahwa bunga mawar tadi adalah untuk sovenir dalam acara pernikahan adik saya. Padahal sebelumnya semua tahu bahwa saya akan menikah dengan calon suami dan sudah ditetapkan pada tanggal 29 Desember 1985. Lebih kejamnya lagi acara pernikahan si adik digelar setelah saya dilamar calon suami saya. Saya ingat firman Tuhan Yesus di bukit tentang Sabda Bahagia. Saya pun percaya akan janji Tuhan itu. 

Sayangnya setelah itu saya dan calon suami saya berpisah. Hati saya terasa hancur, seakan bumi ini ‘ambleg’ alias rubuh menimpa saya.

Singkat cerita lewat sekolah tempat saya bekerja maka saya mendapatkan info seorang pemuda yang sedang mencari jodoh. Kami pun berkenalan melalui surat menyurat. Seakan ada firasat. Saya pun segera kembali ke Malang. Singkat cerita saya pun sudah menjadi nyonya Bambang Siswoyo. Tiada orang di dunia yang seindah suami saya ini. Karena dialah saya menjadi wanita sempurna lahir batin. 

Kepahitan yang saya alami karena didahului menikah oleh adik dan perpisahan saya dengan calon suami terdahulu, sudah berubah menjadi berkat. Dan ini perintah-Nya yang menjadi pegangan saya: “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Mat 6:33) 

Doa:

Allah Bapa Putra dan Roh Kudus yang maha kasih. Sungguh besar kasih setia-Mu atas kami semua anak-Mu. Kami bersyukur tiada tara atas segala rahmat dan anugerah serta karunia yang Engkau limpahkan kepada kami. 

Kebahagiaan kami ini kiranya bisa mengalir ke setiap pasutri yang lain sehingga bisa merasakan seperti yang kami rasakan. Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan kesetiaan, kelemahlembutan serta penguasaan diri kiranya menyelimuti hati, jiwa dan pikiran setiap insan dalam keluarga dan perkawinan. Dan jadilah baru seluruh muka bumi. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Ngreni

Beri komentar Anda disini

Your email address will not be published. Required fields are marked *